Hari ini adalah hari pertama kalinya dia belajar bareng dengan Rafi. Kalau dengan Dodi dan Nia sih nggak not bad amat. Dan capeknya nanti malam jam 8 dia ada pertemuan dengan antar Pemenang Indonesian Idol. Lamunannya pun terhenti saat ia mendengar bunyi sms di hpnya
***
Rika, maaf y..Nia g bs ikt blajar.
Nia reunian sm tmn SD..
Km gak marah sm Nia kan?
Nanti Nia bantuin ngeprint-nya aja deh!
***
“Fi, Nia dan Dodi gak bisa ikut belajar bareng. Kita cari hari lain aja ya”,ujar Rika sambil berhati – hati.
“Ya udah, kalau kamu gak mau ikut belajar bareng juga biar Rafi aja yang bikin sendiri. Aku tau kok kamu sibuk”, jawab Rafi dengan ketus tapi bernada datar. Jutek amat loe! Udah baik – baik gue ngomong. Jawabnya ketus gitu!, batin Rika.
“Kok kamu gitu, sih. Aku kan gak ngomong gitu”
“Aku lagi ngerjain latihan UAN. Harus konsentrasi ngerjainnya”, Rafi pun tidak menghiraukan Rika. Setelah Rika kembali ke mejanya, guru bahasa inggrisnya pun datang
***
“Gondok, gondok gondok! Masa pas gue lagi ngomong dia malah ngusir gue! Heuh. Kalau dia bukan manusia, udah gue ulek jadi sambel dari kemaren!”, teriak Rika pada temannya.“Mending, sekarang loe datangin dia dan loe iku belajar bareng sama dia”, jawab Keyla dengan santai sambil mainin BlackBerry yang baru dibelinya kemarin. Kayaknya sih dia bukan lagi mainin BBnya, tapi lagi BBMan sama Pacar Keduanya. Maklum, kecantikan Keyla tuh gak beda jauh sama Rika. Hanya saja Keyla orang Indonesia asli. Rika hanya berdiam sambil menatap Eva. Eva yang sedari tadi sedang bengong hanya mengangkat bahunya. Rika segera berlari ke kelasnya. Tampaknya dia sedang berbicara dengan Rafi dan mereka berdua pun segera menuju Lab Kimia.
“Maaf ya, kalau kata – kata Rafi tadi kasar sama kamu. Rafi emang suka gitu. Suka gak bisa ngerasain perasaan orang lain”, kata Rafi saat di Lab Kimia. Rika yang dari tadi sedang focus dengan laptopnya langsung melotot. Jantungnya serasa berhenti 1 jam (lama amat ya??).
“Gak apa – apa, kok. Ya udah sekarang gak usah bahas itu lagi. Kita kerjain bareng, yuk. Internetnya juga udah jalan”, jawab Rika seraya membuka buku kimianya.
“Kamu yakin Mike gak bakal marah sama kamu? Apa kata orang kalau kita ada disini cuma berdua?”, kata Rafi sambil mengetik di laptop Rika. Rika hanya tertawa mendengar kata – kata Rafi. Tanpa mereka berdua sadar, ternyata sedari tadi ada yang memerhatikan mereka dengan serius dari jendela Lab Kimia.
***
“Jadi kamu cemburu? Kenapa sih? Aku Cuma belajar bareng sama Rafi! Gak lebih! Tapi kalau kamu gak percaya, ya udah!”“Kok jadi kamu yang emosi? Harusnya aku yang marah! Lagian, kenapa kamu kelihatannya akrab sama dia?”
“Cukup! Rika gak mau bahas lagi! Terserah kamu aja! Kalau kamu emang udah gak cinta lagi sama Rika, cukup putusin Rika! Gak perlu bentak – bentak Rika!”, air mata Rika pun menetes. Sungguh dia gak rela kalau hubungannya sama Mike berakhir.
“Jadi kamu mau kita putus? Cuma karena Rafi? Mike bener – bener gak ngerti jalan pikiran kamu, Rika!”
“Aku lagi pertemuan jadi tolong jangan bikin aku emosi!”, Rika segera menutup telfon dari Mike. Dirinya pun langsung berlari ke kamar mandi dan menangis tersedu – sedu.Rika benar – benar tidak tau kalau ini semua bakal terjadi. Di sela – sela tangisannya, handphonenya berbunyi. Tertera nama “Mila”. Mila adalah pemenang Indonesian Idol tahun kemaren. Dia langsung mematikan handphonenya dan berlari menuju ruang meeting.
“Aku izin, ada keperluan penting!”, teriak Rika yang segera menuju tempat parkir. Dalam perjalanan pulang dia hanya menangis sambil membayangi apa yang akan dikatakannya besok bila bertemu dengan Mike.
“Pak, ke taman di daerah jalan anggrek deket rumah ya!”, teriak Rika dengan supirnya. Supirnya pun segera menyalakan mesin dan bergegas menuju tempat yang dituju Rika.
Tak terasa, waktu sudah jam 9.00 tapi Rika masih dalam perjalanan, selama diperjalanan ia hanya merasa kesal dengan Mike yang tidak ingin menndengar perkataanya. “Pak, pulang aja ya.. Nanti aku pulang jalan kaki aja. Kan deket”, ujar Rika saat sampai di tempat yang ia tuju.
Ternyata dia menuju ke rumah pohon yang diberi Mike pada dirinya waktu itu. Rika segera berjalan menuju tempat ia makan malam bersama Mike waktu itu. Kini perhatian Rika menuju tempat lain. Ia menuju rumah pohon, dan memanjat pohon tersebut. Saat sampai diatas…
Sorry,
Minggu kemarin gak nulis.
Lg mid semester soalnya..
Di tunggu kritiknya, ya..
Love,
Nada



0 comments:
Post a Comment